Sunday, 1 October 2017

CANDI SOJIWAN, SEBUAH CANDI INDAH YANG TERSEMBUNYI


Sumber gambar: Yogyakartatours
Sebuah kota Istimewa, ya itulah Yogyakarta. Di tahun 2001 hingga 2015 Yogyakarta memiliki slogan "JOGJA NEVER ENDING ASIA". Di kala itu, pemerintah tengah gencar memperkenalkan Jogja kepada dunia luar.
Sumber gambar: Heypipit
Jogja Never Ending Asia memiliki visi untuk menjadikan kota ini sebagai pelopor dalam bidang perdagangan, pariwisata, dan investasi khususnya daerah Asia dalam jangka waktu lima tahun ke-depan.
Dan pada tanggal 1 Maret 2015, pemerintah Yogyakarta memutuskan slogan Jogja berubah menjadi Jogja kota istimewa.
Ya memang istimewa, karena kota ini kaya akan budayanya dan tentu saja memiliki tempat wisata dari alamnya hingga tempat-tempat bersejarah yang mampu menarik wisatawan lokal dan asing. Ditambah lagi kulinernya yang khas akan rasa manis dan pedas dari sambal kreceknya, yaitu Gudeg.

Sumber gambar: Sajiansedap
 Semenjak saya menikah dan memiliki anak, saya malah sering berwisata dan mengelilingi kota Yogyakarta ini, aneh ya? karena dulu sewaktu masih single, saya jarang keluar rumah, sehingga tidak begitu mengenal sudut jalan di Yogyakarta (padahal asli orang Jogja), yang lebih anehnya lagi, suami saya asli orang Wonosobo, setiap saya sedang jalan-jalan sama suami, sang suami yang memberi tahu nama jalannya apa, ini tempat apa, seperti sudah mengerti seluk beluk di kota ini, kadang saya malu sendiri, seharusnya saya yang bercerita mengenai kota yang dikenal dengan budayanya, ini malah suami yang menginjakkan kaki di kota Yogyakarta untuk mendapatkan gelar sarjana.
Dan tibalah di hari Minggu, di setiap hari itu, kami selalu menyempatkan untuk mengajak anak liburan ke tempat wisata Yogyakarta dan sekitarnya, khusunya yang belum terlalu dikenal oleh masyarakat luas.
Awalnya kami mengunjungi ke sebuah situs bersejarah, yaitu Candi Barong. Perjalanan pulang dari candi Barongpun seperti di Gunung kidul atau daerah pegunungan, naik turun, sehingga dari kejauhan kami melihat ada sebuah candi yang berdekatan dengan Candi Prambanan tapi candi itu tidak satu kompleks dengan Candi Roro Jonggrang ini. Akhirnya kami penasaran dengan candi tersebut, dan mencoba mencari jalan untuk sampai di candi yang entah apa namanya itu.
Ternyata lokasinya tersembunyi di balik perkampungan, menjadikan candi ini tidak terlihat dari jalan raya. Jalannya beraspal dan sempit, namun masih cukup untuk mobil.
Nama candi ini adalah Candi Sojiwan, mungkin masih banyak yang belum mengenal akan candi yang tersembunyi ini.

Sumber gambar: travelakurat
Candi ini letaknya tidak jauh dari Candi Prambanan. Bisa dibilang candi ini adalah perpaduan antara Candi Prambanan dan Borobudur. Untuk harga tiket masuk ke candi ini pun gratis cukup menuliskan nama dan asal daerah dalam buku tamu yang tersedia.

Candi Sojiwan adalah monumen dari jaman Dinasti Mataram Kuno abad VIII-X yang dibangun oleh Raja Balitung sebagai bentuk penghormatan untuk neneknya Nini Haji Rakryan Sanjiwana yang beragama Buddha dalam bentuk fabel. Kisahnya mengajarkan moral agama Buddha pada saat itu. Ada relief kera yang sedang mensiasati buaya sehingga bisa menyeberangi sungai dan pelombaan antara garuda dan kura-kura.
Ketika berjalan mendekat bangunan candi induk Sojiwan, bentuk dan susunan sudah tertata rapi, karena beberapa waktu lalu telah dilakukan rekonstruksi candi.
Jika sudah lelah mengelilingi bangunan candi, bersantai di taman berumput hijau bisa menjadi pilihan. Menghabiskan sore atau akhir pekan di tempat ini pun akan menjadi liburan yang menyenangkan.


Baca juga : Liburan Asyik ke Candi Barong

Suasana sekitar  candi yang masih sepi dan sejuk, menjadikan tempat ini semakin syahdu ditemani angin yang berhembus ringan dan sang surya yang semakin ingin menyembunyikan dirinya.
Menurut saya, kompleks candi ini cukup indah karena tamannya rapi dan bersih. Selain itu candi ini dikelilingi sawah-sawah sehingga menambah keasrian lingkungan sekitarnya. Apalagi candi ini belum terlalu banyak pengunjung yang datang.
Jadi, sempatkan waktu untuk menikmati Maha karya seni ini ya, jika berkunjung ke Yogyakarta.

Salam manis dari si gingsul



10 comments:

  1. Asyiknya di Ginsul jalan-jalan terus ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh.. Typo deh, si Ginsul maksudku ๐Ÿ˜…

      Delete
  2. Yogyaaaaaa...kangen banget sama Jogjaaa mbak faridaa..oh ada juga candi sojiwan, baru tahu akuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emg jogja ngangenin bund..kpn2 klo k jogja ..mampir dech k candi sojiwan

      Delete
  3. Aku malah belum ke Sojiwan, padahal orang Jogja. wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp mak, q juga blum k candi ratu boko og, pdhl asli jogja

      Delete
  4. Terima kasih ya sudah ikutan Blog Competition "Aha Moments" Skyscanner Indonesia. Good luck :)

    ReplyDelete
  5. Jejak. Terima kasih sudah berpartisipasi. :)

    ReplyDelete