Friday, 17 November 2017

Wisata Edukasi ke Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta

November 17, 2017 6 Comments


Tempat hewan dipelihara dalam lingkungan buatan, dan dipertunjukkan kepada publik sering disebut sebagai kebun binatang atau biasanya disingkat menjadi bonbin. Tidak hanya sebagai tempat rekreasi, kebun binatang juga bisa dijadikan sebagai media pembelajaran outdoor, penelitian, dan perlindungan untuk hewan yang terancam punah.

Anak-anak sangat menyukai petualangan dan mengenal hal-hal yang baru. Lantas tempat apa yang dapat menarik perhatian si kecil? Ya, kebun binatang. Ketika si kecil kita ajak ke kebun binatang, maka dia akan dapat mengenal, melihat secara langsung, menyentuh dan bahkan dapat berinteraksi langsung dengan hewan yang sudah dijinakkan tetapi tetap ada pengawasan dari petugas kebun binatang ya.
Foto bersama Ular (Lokasi: Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta)

Berani menyentuh kura-kura
Selain membuat senang anak, kita sebagai orang tua juga dapat mengajari anak untuk mencintai makhluk hidup lainnnya, seperti hewan, karena hewan juga makhluk ciptaan-Nya.
Dilansir friso.co.id mengajak anak berwisata ke kebun binatang memiliki beragam pelajaran dan manfaat, berikut manfaatnya:

1. Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak
Bermacam-macam fauna yang ada di kebun binatang yang mungkin belum pernah dilihat si kecil, tentu akan membuat si kecil merasa kagum.
Saat si kecil sedang mengamati satwa yang barusan dijumpainya, bunda bisa membuka obrolan, contohnya bunda dapat mendeskripsikan fisiknya, termasuk karnivora, hebivora, atau omnivora, berkembang biak dengan cara apa, dan bunyi hewan tersebut seperti apa. Hal ini secara tak langsung juga dapat menambah kosakata si kecil.

2. Belajar Menghormati Sesama Makhluk Hidup
Dalam hal ini, bunda dapat memberi tahu si kecil bahwa hewan juga termasuk ciptaan Allah. Dengan pemahaman yang baik, kedepannya, si kecil dapat tumbuh menjadi anak yang penyayang sesama dan makhluk hidup lainnya.

3. Melawan Rasa Takut
Anak pasti akan melihat bahwa bentuk, suara hewan berbeda-beda. Nah, ketika anak memperlihatkan rasa ketakutannya pada jenis hewan tertentu, bunda dapat memanfaatkan momen ini untuk mengendalikan rasa takut si kecil, paling tidak berani memberi makan hewan. Tetapi kalau untuk menaklukan binatang buas, mungkin tidak sampai seperti itu juga, lha wong Mak e yo wedi.

Sedang memberi makan Rusa (kangkungnya sudah dilahap jadi ga ke foto)
4. Mengajarkan Anak Untuk Mematuhi Aturan
Dalam sebuah kebun binatang tentunya ada peraturan yang wajib ditaati pengunjung. Misalnya, tidak boleh memberi makan hewan tertentu, membuang sampah sembarangan, tidak boleh mengambil foto, dan sebagainya. Sebelum dan selama kunjungan, tentunya bunda wajib mengawasi setiap aktivitas anak, agar si kecil tidak menyalahi aturan. Secara tak langsung juga, hal ini dapat melatih si kecil untuk mematuhi aturan yang ada.

Ternyata berwisata ke kebun binatang ada nilai edukasinya kan Mom? jadi, masih bingung, weekend ini mau kemana? yuk, ajak si kecil ke kebun binatang.

Terima kasih,

salam dari Si Gingsul

Artikel ini diikutsertakan dalam #Collablogging KEB grup Raisa, adapun berbagai macam edukasi wisata lainnya yang ditulis oleh teman blogger, salah satunya artikel yang berjudul "Mengedukasi Anak Saat Berwisata" ditulis oleh Mak Indira, dapat anda baca disini
Dan berikut tulisan grup Raisa yang lain tentang Edukasi Wisata:
1. Berwisata Edukasi di Makassar dan Sekitarnya, Author Mak Eryvia
2. 8 Poin Edukasi yang Bisa didapat Anak Saat Traveling Bersama Keluarga, Author Mak Merida
3. Wisata Edukasi Saat Pulang Kampung, Author Mak Gifta  
4. Wisata Edukasi ke Hutan Pengger Yogyakarta, Author Mak Ima

Friday, 10 November 2017

Smartphone untuk anakku

November 10, 2017 4 Comments
"Tulisan ini hanyalah sebuah opini saya tentang smartphone. Walau hanya sebuah opini, tetapi ada beberapa fakta menarik tentang pengaruh positif smartphone untuk anak saya. Jadi, silahkan baca dan beri pendapat anda di kolom komentar ya." 



      Seiring dengan berkembangnya zaman, tehnologi semakin canggih dengan munculnya hal-hal baru yang memudahkan kehidupan manusia. Untuk saat ini, salah satu hal yang sedang booming dan terlihat wajib dimiliki setiap orang adalah smartphone. Smartphone merupakan ponsel yang dibekali dengan berbagai macam fitur serta spesifikasi yang mumpuni. Dengan smartphone, setiap orang bisa mengirim pesan secara instan dan massal hanya dalam beberapa detik lewat media sosial yang tersedia. Para Ibu Rumah Tangga pun juga merasakan manfaat dengan hadirnya ponsel pintar ini.

       Saat para Ibu sedang sibuk mengerjakan pekerjaan rumah tentunya ingin menyelesaikannya dengan tenang dan cepat tanpa gangguan apapun. Tetapi apa daya ketika sang anak tiba-tiba datang merengek meminta perhatian sang Ibu. Kemudian dengan terpaksa sang Ibu mengeluarkan senjatanya, yaitu ponsel pintarnya dan anak pun langsung terdiam seketika. Kami, para IRT pun dapat menyelesaikan PR dengan tenang. Ya, inilah fenomena di era digital. Saya pun termasuk IRT yang gampang memberi benda berlayar lebar tersebut untuk anak. Ibu saya sebenarnya tidak setuju jika cucu-cucunya bermain smartphone karena dampak negatifnya. Kalau menurut saya semua itu memamg memiliki dampak positif dan negatif. Asalkan tidak berlebihan, itu saja.

        Memang saya sering membaca dan mendengar tentang dampak negatif smartphone untuk anak-anak. Tetapi cobalah kita lihat sisi positif dari benda tak bersalah itu. Yang penting tidak BERLEBIHAN. Karena saya juga mengalami dan selalu mengamati perkembangan anak saat dia sedang asyik bermain smartphone. Berikut dampak positifnya:

1. Meningkatkan ketajaman penglihatan
    Selama ini selalu smartphone atau jenis gadget lainnya yang selalu disalahkan atas mata minus. Padahal belum tentu, Alhamdulillah anak saya penglihatannya tajam sekali, pernah saat kami makan bakso, itu kejadiannya malam hari dan di warung itu pencahayaannya tidak terlalu terang. Anak saya melihat mobil-mobilan yang ukurannya cukup kecil, jarak dari kami duduk dengan mainan tersebut sekitar 2,5 m. Saya dan suami pun terheran-heran, tajam sekali penglihatannya.

2. Mendukung Aspek Akademis
     Dengan adanya ponsel pintar sebenarnya dapat mendukung akademis anak. Seorang anak dapat browsing (dengan bimbingan orang tua) untuk mencari informasi perihal pengetahuan. Beberapa tenaga pendidik menyadari kemajuan teknologi ini untuk mendukung pendidikan anak, dengan membuat program sederhana sebagai media pembelajaran.

3. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa
      Untuk anak-anak usia balita, smartphone juga bisa dapat membantu orang tua dalam mengajarkan ketrampilan berbahasanya. Saya biasanya menggunkan game sederhana dimana jika kita menekan sebuah panel warna maka akan terdengar suara dan muncul deretan kata, saya juga sering mengunduh sebuah music video berbahasa asing untuk melatih kemampuan bahasa asing anak saya.
 Tetap ajarkan anak untuk senang membaca            




Pemakaian smartphone tidak akan bisa dihindari dan dijauhkan dari anak-anak, karena memang semua orang sudah menggunakan benda tersebut, entah itu untuk berkomunikasi, sebagai media pembelajaran, dan lain sebagainya. Maka dari itu, jika anak ingin bermain smartphone buatlah aturan yang tegas saat anak ingin memakinkannya, berikut contoh aturannya:
1. Batasan waktu
    Menggunakan ponsel pintar boleh-boleh saja asalkan memiliki waktu tertentu yang tidak mengganggu aktivitas akademis maupun non-akademis anak dan tidak membuat anak kecanduan gadget, seperti 15-20 menit sehari untuk menggunakan smartpohone.
2. Walau dapat mempertajam penglihatan, tetap awasi jarak pandang mata ke hp  

3.Saat ada acara kumpul keluarga tidak diperbolehkan untuk bermain ponsel


4. Pemilihan gadget
Rehat sejenak dari HP, biarkan dia berpetualang
    Saat ini sudah banyak gadget yang memilik fitur khusus untuk anak terbebas dari pengaruh buruk gadget. Seperti halnya fitur kids mode pada beberapa smartphone ternama. Fitur ini dapat membantu orang tua dalam mengawasi anaknya, karena dapat membatasi konten, aplikasi, dan akses data yang tidak sesuai dengan anak. Selain itu juga dilengkapi dengan parential control untuk dapat membantu aktivitas penggunaan internet sang anak. Sekaligus mengatur keamanan penggunaan smartphone untuk mencegah anak dari konten dewasa.
Peraturan ini bertujuan mencegah anak-anak kecanduan elektronik dan memberi kesempatan mereka untuk beraktifitas fisik dan sosial.  
Jadi, anak tidak dilarang untuk bermain  smartphone, batasi pemakainnya!

Terima kasih

salam dari si gingsul